Kapan Pertolongan Allah Datang ?


Setelah mengisi tausyiah di masjid Al Madinah Dompet Dhuafa, seorang pria menghampiri saya dengan berlinang air mata. # Jarang-jarang ya pria nangis kalau tidak sangat berat termasuk saya# :)

Beliau menceritakan kesedihannya karena sudah beberapa hari putra beliau yang berumur 2 tahun masuk ruang ICU di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Belum terlihat perubahan pada beliau, bahkan anaknya terkadang berontak sehingga perlu diikat tangan dan kakinya. Tentu hal tersebut menambah kesedihannya.

Pria yang bernama Abdul Aziz ini mohon didoakan dan meminta nasehat bagaimana agar anaknya segera sembuh. Beliau sampaikan bahwa sudah berdoa, berdzikir, sholat dan ibadah lain agar anaknya sembuh.

Beliau kalau saya perhatikan termasuk pria yang sholeh, beliau sudah paham tentang bagaimana mendapatkan pertolongan Allah, hanya saja saat itu sedang membutuhkan penguatan terhadap masalahnya.

Dengan kondisi tersebut maka saya hanya menyampaikan nasehat singkat yaitu :

1. Menguatkan keyakinan kepada Allah dan kedekatan kepadanya.

Para ulama menyatakan kekuatan doa selain dari kesholehan seseorang juga terletak pada keyakinannya.

Allah subhanahu wata'ala berfirman


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya besama kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah: 5-6)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku” (Muttafaqun ‘alaih)

Ayat dan hadits tersebut menyatakan bahwa kita harus yakin kepada Allah bahwa setiap ada kesulitan pasti akan ada kemudahan. Yakin menjadi syarat utama, kalau kita ragu maka ibadah dan doa kita akan tidak optimal. Setelah yakin maka dikuatkan dengan selalu mengingat Allah dalam ibadahnya, sehingga ibadah terasa khusyu, ada kenikmatan yang kita rasakan ketika ibadah dan doa kepada Allah, tidak hanya sekedar ibadah biasa yang hanya sekedar menjalankan kebaikan.

2. Muhasabah Terhadap Dosa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Sebagian dari musibah itu disebabkan oleh kesalahan kita sendiri, untuk itu perlu melakukan muhasabah, apakah ada dosa yang dilakukan sehingga Allah memberikan musibah/teguran ataupun ujian. Segera bertaubat, memperbanyak istighfar dan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Alhamdulillah setelah 2 (dua) hari bertemu lagi dengan Pak Abdul Aziz di masjid Al Madinah, beliau terlihat sudah tersenyum dan mengatakan bahwa anaknya sudah semakin baik dan sudah mau makan.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihaat
(Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatNya
sempurnalah seluruh kebaikan)

Semoga kita selalu yakin kepada Allah, sabar, ikhlas dan memperbanyak ibadah agar selalu mendapatkan pertolongan atas semua permasalahan kehidupan kita. aamiin


SpiritKehidupan.com
Herman Budianto










Komentar