Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Sya'ban Bulan Diangkatkan Amal Manusia

Gambar
29 Hari Menjelang Ramadhan  :) Mari memperbanyak amal pada bulan Sya'ban dan menyambut sebaik-baiknya Ramadhan. Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Azza wa Jalla. وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ “Inilah bulan yang di dalamnya amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad; Hasan) Beberapa amal terbaik pada bulan Sya'ban adalah 1. Memperbanyak Puasa Sunnah Puasa akan menjauhkan kita dari neraka 70.000 musim Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda: مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Al-Bukhari no. 2628 dan Muslim no. 115) 2. Membayar Puasa Sya'ban adalah batas akhir membayar hutang puasa, bila samp...

ZUHUD, Agar Dicintai Allah dan Manusia

Ada seseorang yang datang kepada Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Wahai Rasulullâh! Tunjukkan kepadaku satu amalan yang jika aku mengamalkannya maka aku akan dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya engkau dicintai manusia.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban,  Atthabrani) Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang harta. Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah lebih meyakini keberadaan yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Jika ditimpa musibah, maka kita lebih berharap untuk mendapatkan pahala. KH Abdul Jalil Mustaqim (Mbah Jalil) ditanya santrinya tentang Zuhud (Santri) "Mbah Yai, apa yang dimaksud dengan zuhud dalam kitab ihya' ulumuddin ?" (Kyai) "Kamu belum paham ya?" (S) "Belum, Mbah." (K) "Sana, isi bak ...

Jangan Lupa Menambah Ilmu

Sebelum tidur mari kita pastikan ada ilmu agama yg kita tambahkan hari ini agar termasuk yg Allah pilih untuk menjadi baik. مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ Barangsiapa yang Allah menghendakinya kebaikan, akan dipahamamkan masalah agamanya (HR Bukhari) Semoga Allah memasukkan kita sebagai orang yg terpilih tersebut.aamiin SpiritKehidupan.com

Pemimpin seperti Umar Bin Khattab ra

Gambar
Pemimpin yang seperti apakah yang disebut seperti Umar bin Khattab? Konon di negara awan, si Dilan disebut seperti Umar bin Khattab. Mari kita lihat apakah Dilan seperti Umar bin Khattab ra. 1. Umar Bin Khattab ditakuti oleh syetan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh aku melihat setan-setan dari kalangan jin dan manusia lari (kabur) dari Umar.” (HR at-Tirmidzi) 2. Dijamin masuk surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ketika aku masuk surga, tiba-tiba aku melihat istana dari emas. Maka aku pun bertanya, “Untuk siapa ini?” Para malaikat pun menjawab, “Untuk seorang pemuda dari suku Quraisy.” Aku pun mengira bahwa itu adalah aku, maka aku bertanya, “Siapa dia?” Para malaikat menjawab, “‘Umar bin Khattab.”” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Ahmad) 3. Tegas dalam menegakkan Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah...

Sudahkah Kita Istikharah Dalam Tiap Keputusan ?

Gambar
Baru saja heboh tentang kasus penghinaan Islam melalui puisi, selang bebera saat setelah banyak pihak yang melaporkan ke polisi maka pelaku meminta maaf sambil menangis, menyatakan menyesal atas perbuatannya. Cerita diatas merupakan salah satu kasus dalam kehidupan kita, kasus lain masih banyak lagi terkait dengan kehidupan pribadi kita seperti memilih jodoh, memilih pekerjaan, memilih sekolah anak, dan juga dalam memilih pemimpin. Terkadang kita menentukan pilihan berdasarkan selera kita saja, padahal keputusan yang kita ambil akan berdampak pada masa depan. Terkadang keputusan yang kita perkirakan baik, belum tentu baik menurut kriteria Allah, dan yang kita perkirakan buruk belum tentu buruk menurut Allah. Allah Ta’ala berfirman, وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan...