Kebiasaan Mengumpat

Mungkin diantara kita ada yang pernah menerima umpatan atau pernah mengumpat. Terkadang tanpa sadar di jalan raya kita diumpat oleh orang, atau tanpa sadar kita juga pernah mengumpat. Nastaghfirullah :(
Beberapa jenis umpatan yang sering kita dengar dan mungkin termasuk yang trend adalah sialan, bodoh, tai, anjing, bangsat, goblok, bajingan dan masih banyak lagi yang terasa ringat maupun berat.
Mengapa kita mengumpat? Mungkin karena kita sedang emosi, tidak menyukai hal terntentu, pelampiasan kekesalan dll. Apapun alasannya maka mengumpat adalah perbuatan yang tidak baik, ketika mengumpat maka iman kita sedang berkurang.
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda
لَيْسَ اْلمـُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَ لَا اللَّعَّانِ وَ لَا اْلفَاحِشِ وَ لَا اْلبَذِيِّ
“Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/ berkata-kata keji dan orang yang berkata-kata kotor/ jorok”. (HR at-Turmudziy, al-Bukhoriy,Ahmad dan al-Hakim)
Di dalam Islam dianjurkan menahan perkataan yang tidak baik, lebih baik diam atau selalu berkata yang baik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Bahkan orang yang biasa mencela mendapatkan ancaman dari Allah

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (QS. Al Humazah: 1)

Ancaman wail dalam ayat di atas adalah ancaman berat. Salah satu tafsiran menyatakan wail adalah lembah di neraka.

Semoga kita bisa menjadi orang yang tidak suka mencela, menggantikan umpatan dengan perkataan yang baik dan istighfar. aamiin


- Herman Budianto-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseimbangan Dalam Hidup (Tawazun)

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Empat Hal Tanda Bahagia Di Dunia Dalam Islam