Suami Tidak Pulang, Bagaimana Solusinya...


Seorang istri merasa sedih ketika suaminya tidak pulang dan tidak mau menjawab telp/wa dll

Wanita : Ustadz tolong diberikan solusi, bagaimana caranya agar suami mau pulang.
Ustadz : Memang masalah awalnya bgm bu?
Wanita : Suami marah karena saya tidak percaya ke dia, saya menuduh dia tidak jujur dalam beberapa hal
Ustadz : Bagaimana ibadah suami dan bagaiman reaksi sebelum dia pergi?
Wanita : Dia rajin ibadah termasuk ke masjid, dia sudah bersumpah atas nama Allah kalau tidak berbohong.
Ustadz : Lalu kenapa ibu tidak percaya kepada suami yg sholeh dan sudah bersumpah atas nama Allah tersebut?
Wanita : Hati saya belum percaya pak
Ustadz : Posisi sumpah dengan menyebut nama Allah itu punya kedudukan paling tinggi dihadapan Allah bu, akan ada balasan dari Allah bagi yang berani bersumpah palsu. Allah berfirman :
" Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allâh dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allâh tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS Ali Imrân : 77)
Wanita : Bagaimana ya ustadz, saya kok belum bisa menerima
Ustadz : hmm ibu pinginnya bagaimana? Ingin kembali baik dengan suami atau ingin mencari bukti kalau suami memang tidak berbohong? Kalau ingin kembali baik maka ikuti perintah Rosul seperti disebutkan hadits ini :
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai dan Ahmad)
Suami sudah bersumpah dengan menyebut nama Allah mk serahkan kepada Allah hasilnya.
Tugas ibu adalah menyenangkan suami, mantaati dan tidak membuat suami benci. Segera minta maaf kepada suami agar rumah tangga menjadi sakinah mawadah warahmah lagi.
Wanita : Iya ustadz, terima kasih. Saya pikir-pikir dulu.
Ustadz : Silakan bu, saya ikut mendoakan. Kalau mau terus menyelidiki silakan bisa melalu teman2nya, tetapi maaf saya tidak bisa membantu.
_________________
Mungkin ada yang bisa menambahkan memberikan solusi untuk kasus di atas 
Herman Budianto
SpiritKehidupan.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseimbangan Dalam Hidup (Tawazun)

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Empat Hal Tanda Bahagia Di Dunia Dalam Islam