Rem Mendadak

Ciiiiiiit ....braaaaak ....
Suara rem mobil dan benturan barang keras terdengar sangat keras di jalan arah Ciputat. Terlihat mobil mengerem mendadak dan beberapa motor di belakang mobil tidak sempat mengerem sehingga menabrak mobil.
Kebetulan posisi saya ada di samping mobil sehingga saya tahu sebabnya, yaitu sepeda motor yang dari tadi terlihat cukup kencang tiba-tiba menyalib dengan memotong di depan mobil tersebut. 
Pengendara motor tidak menyadari bahwa sikapnya tersebut merugikan orang lain, dia merasa banggga bisa melaju kencang dan bisa ziq zaq menyalib kendaraan lain.
Hebaaaaat...itulah mungkin yang dirasakan dan diceritakan kepada orang lain.  Padahal, kesuksesan yang dicapainya harus mengorbankan orang lain ...
Hikmah
Dalam kehidupan sehari-hari hal ini juga banyak terjadi, kita memikirkan kesuksean diri sendiri dengan tanpa sadar atau bahkan secara sadar dengan mengorbankan orang lain. Hal tersebut sudah diperingatkan oleh Rosulullah sebagai perbuatan yang tercela dan berdosa.
Rosulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda
“Janganlah engkau membahayakan dan saling merugikan”.
(HR. Ibnu Majah, Daraquthni)
Terkadang ada yang ingin naik jabatan,mendapatkan kesempatan bisnis dengan cara menjelekkan orang lain atau produk orang lain.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik" (QS Al Hujurat :11)
Orang bijak mengatakan bila ingin sukses maka jangan merugikan atau menjelekkan orang lain, tetapi jadikan diri kita menjadi lebih baik dengan menambah kualitas baik secara ilmu, iman dan amal sehingga kita akan sukses dan orang lain tidak akan merugi,bahkan akan kita ajak untuk sukses bersama.
Semoga Allah selalu memberikan barokah, rahmah dan sukses kepada kita semua di dunia dan akhirat. aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseimbangan Dalam Hidup (Tawazun)

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Empat Hal Tanda Bahagia Di Dunia Dalam Islam