Adab Dalam Memanggil Seseoran
Sering kita dapati sebagian umat Islam yang memanggil seseorang dengan panggilan buruk, terkadang memanggil guru dengan namanya saja, apakah hal tersebut dibolehkan? Bagaimana adab memanggil gdalam Islam?
Di dalam Islam terdapat adab dalam memanggil seseorang, beberapa adab tersebut adalah :
1. Khusus untuk Nabi Muhammad maka dilarang memanggil nama beliau saja tetapi dengan sebutan Nabi Allah atau Rosulullah dan sejenisnya.
"Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS An Nur 63).
2. Memanggil orang tua dan guru tidak boleh dengan nama langsung
Diriwayatkan dalam Kitab Ibnu As-Sunni, dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan jalan di depannya, jangan membantahnya, jangan duduk sebelum ia duduk, jangan memanggilnya cuma dengan namanya saja.”
Imam Nawawi memberikan penjelasan bahwa memanggil orang tua dan guru maka tidak boleh dengan menyebut nama langsung.
Silakan memanggil guru dengan panggilan yang baik bisa pak, ibu, ustadzah, ustadz, kyai, syeikh dan lain-lain sesuai dengan posisinya
3. Memanggil dengan panggilan baik, dilarang memanggil dengan nama buruk
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Sesungguhnya kalian dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” (Hadist Riwayat Abu Dawud).
“Dan janganlah kalian panggil-memanggil dengan gelar-gelar buruk.” (QS Al Hujurat 11)
Sehingga dilarang memanggil dengan nama panggilan yang buruk seperti si pincang, si monyet, anjing, kodok dan lain-lain
Termasuk kepada orang yang tidak kita kenalpun maka kita wajib memanggil dengan panggilan yang baik. Rosulullah biasa memanggil seseorang yang tidak dikenal dengan panggil Abdullah (Hamba Allah)
Tetapi sebagai manusia biasa maka jangan meminta dipanggil dengan gelor kehormatan, misalkan ada orang yang meminta dipanggil ustadz, kyai padahal secara keilmuan belum cukup. Masyarakat akan memanggil dengan gelar tersebut kalau memang kita sudah layak dipanggil dengan nama tersebut.
Cukuplah dipanggil dengan mas/kang yang artinya kita masih muda, atau dipanggil pak yang artinya kita sudah kelihatan dewasa / semakin tua 
Nah marilah kita amalkan adab dalam memanggil agar semakin baik akhlaq kita mencontoh Rosulullah. Siapa yang berusaha mencontoh Rosulullah maka akan dipertemukan dengan beliau di surga kelak. aamiin
Spiritkehidupan.com
Herman Budianto
Spiritkehidupan.com
Herman Budianto

Komentar
Posting Komentar