Pelajaran dari "Pengatur Jalan"

Pelajaran dari "Pengatur Jalanan"

Keberadaan orang yang mengatur jalan di perempatan, pertigaan atau belokan terkadang diperlukan terkadang tidak, mereka melakukan jasa mengatur jalan dengan harapan mendapatkan imbalan sekedarnya. Bagi saya maka ini kesempatan shadaqah walau tidak besar.

Sikap para pengatur jalan ini tentu berbeda-beda, ada yg galak, cuek dan ada juga yang ramah. Ada satu orang pengatur jalan yang sangat istimewa bagi saya, bahkan saya pingin setiap belok ingin bertemu dia. Bukan karena ganteng...apalagi cantik :D

Keistimewaan beliau ini setiap menerima uang kecil kadang 500, 1000 dst selalu tersenyum cerah sambil mengucapkan ALHAMDULILLAHIRRABBIL'ALAMIN lalu mengucapkan terimakasih sambil mencium uang tersebut.

Hal yang kelihatan sepele ini, bagi saya adalah sesuatu yang luar biasa karena cukup jarang dilakukan orang lain.

Saya senang mendengar ucapan alhamdulillah dan ekspresi beliau, karena begitu agungnya ucapan alhamdulillah ini.

Rasulullah SAW bersabda,
“Dzikir yang paling utama adalah lafadz ‘Laa ilaha illallah’ dan doa yang paling utama adalah ‘alhamdulillah'”(Hadits hasan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

Alhamdulillah mempunya arti segala puji bagi Allah. Kalimat ini terdiri dari 3 kata, yaitu: alhamdu, li, dan Allah. Hamda rtinya pujian, penambahan al bermakna untuk semua hal sehingga alhamdu diartikan segala puji dan li bermakna pengkhususan bagi Allah.

Begitu agung kata alhamdulillah sehingga menjadi doa terpendek tetapi doa terbaik.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata
Adalah kebiasaan Rasulullah apabila mendapatkan
perihal yang beliau sukai akan berucap:

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺘِﻪِ ﺗَﺘِﻢُّ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕ
ُ
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihaat
(Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatNya
sempurnalah seluruh kebaikan)

Adapun jika melihat perkara yang TIDAK
MENYENANGKAN beliau berucap:

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺣَﺎﻝٍ “

Alhamdulillahi ‘ala kulli haal“
(Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan)

(Hasan; HR Ibnu Majah: 3803)

Semoga beliau pengatur jalan dan kita semua selalu membiasakan membaca alhamdulillah , sangat besar pahalannya dan meringankan beban kehidupan karena selalu bersyukur kepada Allah.

Herman Budianto
Spiritkehidupan.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseimbangan Dalam Hidup (Tawazun)

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Empat Hal Tanda Bahagia Di Dunia Dalam Islam