Orang Yang Paling Cerdas
Banyak orang cerdas di dunia ini, bahkan mereka jenius. Orang tua juga menginginkan agar mempunya anak yang cerdas sehingga mudah mencapai kesuksesan.
Apakah memang demikian Islam memandang kecerdasan? Yaitu mereka yang mempunyai IQ tinggi sehingga terlihat hebat?
Rosulullah shalallahi wassalam memberikan pengertian orang cerdas adalah mereka yang banyak mengingat kematian dan paling keras menyiapkan kematian.
Abdullah ibn Umar r.a. berkata, “Aku menemui Nabi saw bersama sembilan orang sahabat. Salah seorang sahabat dari Anshar bertanya, “Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Yang paling banyak mengingat kematian dan paing keras dalam mempersiapkan diri menghadapinya. Merekalah orang yang paling cerdas. (HR Ibnu Majah)
Ad-Daqqaq mengatakan, “Siapa yang banyak mengingat kematian, niscaya dia dimuliakan dengan tiga hal; penyegeraan tobat, kepuasan hati, dan ketekunan beribadah. Siapa melupakan kematian, tidak ridho dengan rezki yang cukup, dan kemalasan beribadah.
Semakin cerdas seseorang maka dia akan semakin baik mempersiapkan hari.kematian dan hari kiamat, karena setelah itulah hidup menjadi.kekal.
Allah subhanahu wata'ala berfirman yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini : “Haasibu anfusakum qobla an tuhaasabu (artinya: hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab). Lihatlah amalan shalih apa yang telah kalian persiapkan sebagai bekal untuk hari akhirat dan menghadap Allah Rabb kalian.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 235).
Sahabat dalam kehidupan, mari kita persiapkan amal untuk hari akhir kita, bukan menjadi harta, rumah, pakaian dll menjadi sekedar pemuas nafsu dunia kita. Mari kita jadikan semua harta kita untuk bekal akhirnya kita.
Allah tidak akan melihat harta kita, tidak melihat mobil kita, tidak melihat indahnya pakaian kita sehingga janganlah kita berlebihan dalam mengejar keindahan dunia tersebut.
Rosulullah shalallahi 'alaihi wassalam bersabda :
”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR Muslim)
Mari perbaiki ilmu, perbaiki iman kita, perbaiki amal dan hati.kita sehingga kapanpun dipanggil oleh Allah kita akan siap dan dalam kondisi husnul khatimah. Aamiin

Komentar
Posting Komentar