Mengintip Semangat Olah Raga Negara Tetangga



Hong Kong

Tahun 2005 menjadi awal bagi saya untuk menginjakan kaki ke kota Hong Kong. Pengalaman dan kesempatan yang sebelumnya tidak saya bayangkan. Tugas cukup berat harus saya emban untuk membuka kantor perwakilan dan melakukan aktivitas lembaga di Hong Kong selama beberapa bulan. Layaknya sebuah kota besar, aktivitas masyarakat Hong Kong sangat padat dan sibuk. Boleh dikatakan Hong Kong hidup dalam 24 jam. Penduduk padat, pusat ekonomi dan konsep rumah tinggal berupa apartemen di tengah kota menjadi beberapa alasan tidak berhentinya denyut nadi ekonomi di sana.

Hampir seharian, jalanan di Hong Kong, khususnya di daerah Causeway Bay, padat dengan para pejalan kaki. Pedestrian yang luas dan jarak antar pusat bisnis dengan apartemen yang dekat, membuat budaya jalan ini menjadi sangat popular. Hanya untuk perjalanan yang sangat jauh saja mereka akan menggunakan kendaraan umum, misalnya bus, tram ataupun MTR (kereta bawah tanah). Budaya jalan inipun ikut saya nikmati, misalnya saya terbiasa jalan untuk pergi ke masjid di Islamic Union, Wan Chai ataupun rumah makan halal. Dengan jarak kurang lebih 1,5 - 2 km tempat tersebut bisa ditempuh sekitar 13 menit bila dilakukan dengan jalan sangat cepat. Tetapi kalau berjalan biasa maka butuh waktu sekitar 30 menit.

Budaya jalan kaki, sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran masyarakat Hong Kong, sehingga sangat sedikit kita dapati orang Hong Kong yang berlebihan berat badan, bahkan boleh dikatakan orang-orang Hong Kong sangat ramping.


Victoria Park - Hongkong

Hari Ahad setelah sholat Subuh, saya bersiap untuk berolahraga, sekaligus latihan di taman Victoria (Victoria Park). Salut, itulah kesan pertama . Hong Kong yang sempit dan economic oriented ternyata mempunyai taman indah yang luas. Penataan yang sangat apik membuat orang betah berlama-lama di sana. Selain taman dengan beraneka pohon dan bunga yang indah, Victoria Park juga dilengkapi dengan beberapa lapangan olah raga plus alat-alat olah raganya, seperti alat untuk pull up, sit up, push up dan banyak lagi yang lain.. Track untuk laripun disiapkan dan ditata dengan baik, membuat orang makin nyaman untuk bermain ataupun berolah raga.

Sekitar pukul 06 Victoria Park semakin ramai, masyarakatpun berdatangan dari beberapa pintu masuk. Tak berapa lama, taman berubah menjadi kumpulan manusia yang selalu bergerak, berolah raga. Takjub. Kesadaran orang Hongkong untuk berolah raga ternyata sangat tinggi. Selain aktivitas lari dan jalan, saya melihat banyak kelompok orang yang melakukan olah raga Tai Chi. Tiap kelompok melakukan gerakan dan mengunakan alat yang berbeda. Mulai dari tangan kosong, pedang, tongkat sampai menggunakan kipas. Gerakan yang dilakukanpun berbeda, ada yang lembut dan ada yang agak keras. Mungkin itu tergantung aliran Tai Chi apa yang dipelajari.

Tidak hanya muda yang berolah raga. Banyak orang tua dengan usia di atas 60 tahun pun ikut berolah raga. Bahkan orang tua jompopun datang dengan berkursi roda. Gerakan yang dilakukan merekapun beraneka ragam sesuai kemampuan. Bagi yang masih cukup kuat maka mereka ikut Tai Chi atau senam yang lain. Tetapi tidak sedikit diantara mereka yang hanya melakukan gerakan ringan secara berulang-ulang. Misalnya hanya mengayunkan tangannya ke depan dan belakang berulang-ulang. Target mereka adalah sehat, dengan semangat berolah raga mereka merasakan manfaat yang luar biasa dalam hidupnya.

Budaya olah raga mereka ternyata tidak hanya pada libur. Di hari kerjapun mereka terlihat rajin berolah raga. Bahkan cukup banyak karyawan kantor, dengan pakaian kerja terlihat berolah raga dulu di taman sebelum menuju kantor. Aktivitas olah raga di Victoria Park inipun berlanjut sampai malam hari.


Sydney – Australia


Musim dingin baru saja berlalu ketika saya sampai di Sydney. Kota ini agak jauh dari perkiraan saya. Sebagai kota metropolitan teramai di Australia ternyata kondisinya sangat berbeda sekali dengan kota lain yang pernah saya kunjungi, misalnya Hongkong, Malaysia, Singapura ataupun ibu kota kita, Jakarta. Tidak terlalu banyak gedung bertingkat disana kecuali dari City, jalan-jalan yang tertata dengan apik itu tidak padat dan bising dengan keramaian. Rumah pendudukpun dibuat dengan design yang hampir sama bernuansa etnik dan ramah lingkungan.

Dalam perjalanan dari bandara ke daerah Rose Bay, sakuya dapati cukup banyak warga Sydney melakukan jogging. Ini pemandang yang menarik, karena jogging yang dilakukan bukan pada hari libur, pagi atau sore hari. Mereka melakukan pada siang hari pada suhu 37 C. Suhu yang sangat terik, Red Hot October sebutannya.

Informasi dari warga Indonesia yang sudah menetap di Sydney, budaya olah raga di sini sangat tinggi. Mereka membiasakan berolah raga, salah satunya dengan berlari pada setiap waktu. Bahkan ketika jam istirahat kerja, mereka langsung berganti baju, melakukan olah raga. Salut.

Suhu di Negara yang mempunyai 4 musim memang sering tidak stabil. Kemarin panas terik, hari ini sangat dingin sekali. Pagi panas, siang dingin atau sebaliknya. Termasuk Sydney, hari itu suhu bisa mencapai sekitar 7 C, sama seperti ketika musim dingin di Hongkong. Kondisi ini cukup membuat sulit bagi pendatang, khususnya yang terbiasa hidup di negara tropis. Tetapi dingin atau panas bukan halangan untuk berlatih. Walau sedang dalam tugas dan suhu tidak menentu, saya berusaha menyempatkan diri untuk berlatih. Hari itupun walau dingin, saya bulatkan tekad untuk berlatih. Semoga saja dapat meningkatkan daht dingin .

Tiga jam tidak terasa saya berlatih, keringatpun bisa keluar walau suhu sedang dingin. Kenekadan berolahraga di suhu dingin ternyata bukan hanya saya yang melakukan. Cukup banyak warga Sydney yang melakukan jogging dengan semangat. Langkah mereka lebar, terlihat bahwa mereka memang benar-benar berolah raga, bukan hanya sekedar refreshing menghilangkan kepenatan.

Dari sekian banyak warga yang berolah raga, mata saya mencaari-cari siapa tahu ada warga Indonesia yang juga berolah raga. Tapi sayang, budaya olah raga warga Sydney belum dapat ditiru oleh warga Indonesia di sana.


Insight
Mungkin cerita singkat di atas dapat menginspirasi kita untuk terus semangat berolah raga/ berlatih. Hasil riset kesehatan menyebutkan, orang yang terbiasa berolah raga dari kecil maka akan meningkatkan kualitas seluruh organ tubuh, tulang menjadi kuat, jantung, paru, liver menjadi sehat. Lain halnya dengan anak yang dari kesil sudah over weight dan malah bergerak atau berolah raga, maka dikemudian hari penyakit akan mudah bersarang karena lemahnya organ di dalam tubuh.

Riset lain menyebutkan, seseorang yang berusia di atas 30 tahun, dan jarang melakukan olah raga maka akan mengalami penurunan stamina dan pelemahan fungsi organ tubuh secara lebih cepat. Cara terbaik untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan seluruh organ tubuh adalah dengan berolah raga secara teratur. Pola hidup baik serta makanan yang sehat.

Lalu, bagaimana dengan kita ? Apakah kita sudah terbiasa berlatih atau berola raga dalam kondisi seperti apapun? Berlatih adalah memupuk investasi, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Jadi, marilah kita selalu tetap berlatih. Bersiap menjadi tamid Thifan Po Khan yang berkualitas, sekaligus menjadi jundullah yang tangguh. Allahu Akbar.

Salam Santun
www.SpiritKehidupan.com
Herman Budianto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseimbangan Dalam Hidup (Tawazun)

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Empat Hal Tanda Bahagia Di Dunia Dalam Islam