Kenangan Shadaqah Sandal

Salah satu kenangan ketika di Mekkah adalah ketika menerima shadaqah berupa sendal gede banget :-D
Ceritanya ketika selesai sholat zhuhur di Masjidil Haram saya mau makan ke hotel. Alhamdulillah 'ala kulli hal sendal yang saya simpan di rak sendal tidak ada. Wallahu'alam mungkin keselip atau hal lain.
Masya Allah keluar dari masjid cuaca sangat panas sekitar 40 derajat ditambah dengan angin campur debu.
Alhamdulillah tidak ada pilihan lain kecuali jalan "nyeker" ke toko untuk beli sendal.
Sambil lari2 kecil karena kepanasan saya sempatkan neduh di tenda. Melihat saya kepanasan tanpa sendal mk seorang muslim berbadan besar menawarkan sendal kepada saya.
"Silakan pakai sendal saya, rumah saya dekat disana," kata beliau dg bahasa Arab.
"Tidak usah saya akan beli di toko depan," jawab saya.
"Pakai saja sendal saya, anda tamu kami dan toko masih jauh dari sini" jawab beliau lagi
Mendengar jawaban beliau seperti itu maka saya tdk kuasa menolak pemberiannya, padahal setelah memberikan sendal tsb mk beliau gantian yg "nyeker".
Sendal yg kebesara tersebut saya pakai hingga selesai umrah dan juga saya bawa pulang sebagai kenangan dan agar beliau terus mendapatkan pahala :-)
Masya Allah, terkadang shadaqah yg sangat sederhana bisa jadi berpahala berlipat ganda ketika sangat dibutuhkan dan memberikan kesan yg mendalam shg terus menerima doa dari yg menerima shadaqah tsb walaupun yg menerima shadaqah mampu utk membelinya.
Semoga beliau dan kita semua mendapat pahala berlipat ganda dari shadaqah kita, diampuni dosa2 dan makin barokah kehidupan kita dunia akhirat. Aamiin

Salam santun
Herman Budianto

#DDTravel

#DDHongkong

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseimbangan Dalam Hidup (Tawazun)

Menukar Uang Receh untuk Lebaran, Dosa atau Tidak?

Empat Hal Tanda Bahagia Di Dunia Dalam Islam